Text
WUJUD, ARTI DAN FUNGSI PUNCAK-PUNCAK KEBUDAYAAN LAMA DAN ASLI BAGI MASYARAKAT BALI
WUJUD, ARTI DAN FUNGSI PUNCAK-PUNCAK KEBUDAYAAN LAMA DAN ASLI BAGI MASYARAKAT BALI (SUMBANGAN KEBUDAYAAN DAERAH TERHADAP KEBUDAYAAN NASIONAL)
Sebagai perwujudan nyata dari upaya penggalian dan pelestarian nilai budaya Bali sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah yang potensial dikembangkan untuk menunjang kebudayaan Nasional (saat ini adalah suatu langkah yang amat startegis). Berdasarkan data pra sejarah, penduduk di pulau Bali telah mengalami perkembangan yang berakar dari jaman neolitik dan bahkan dari dua jaman yang lebih tua, yaitu mesolitikum dan paleotlitikum. Budaya petani, karena itu telah berkembang dalam jangka waktu yang amat panjang dalam kehidupan masyarakat Bali. Nilai budaya petani bersama dengan nilai budaya Hindu dapat diasumsikan sebagai tatanan nilai yang berposisi sentral dalam struktur nilai budaya Bali. Sistem nilai tersebut memberikan pengaruh dan karakter yang kuat terhadap unsur-unsur kebudayaan Bali secara menyeluruh. Arti dan fungsi dari kedua unsur tersebut bagi masyarakat Bali secara mendasar, adalah wahana bagi pemantap, dan sekaligus pengembang nilai-nilai ekspresif (solidaritas, estetika, dan religius/rohani) dalam rangka adaptasi dengan perkembangan jaman. Subkultur petani lebih menjadi penyangga yang memfondasikan struktur dalam dari kebudayaan Bali, sedangkan kesenian lebih merupakan pengayaan dari struktur luar kebudayaan itu sendiri, terutama fungsinya sebagai olah cipta yang kreatif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain