Text
KEN SA FAAK BENIH-BENIH PERDAMAIAN DARI KEPULAUAN KEI
Buku yang berjudul Ken Sa Faak Benih-Benih Perdamaian Dari Kepulauan Kei ini merekam pengalaman, analisis, dan refleksi beberapa pengamat, relawan kemanusiaan, aktivis perdamaian, dan orang awam para korban konflik di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, yang terlibat langsung dalam proses-proses rekonsiliasi setelah kerusuhan 1999, suatu rekonsiliasi yang berhasil atas usaha sendiri dan berdasarkan pada sistem adat mereka sendiri tanpa campur-tangan pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga-lembaga internasional. Ken Sa Faak adalah salah satu ajaran adat yang menjadi kunci terciptanya perdamaian di Kepulauan Kei. Ken Sa Faak memiliki makna pengakuan atas kesalahan sendiri serta pengakuan terhadap kebenaran pada pihak lainnya. Di dalam buku ini akan membahas 8 (delapan) artikel yang terkait dengan Kepulauan Kei yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian. Bagian Pertama yaitu Pengalaman & Refleksi Aktivis Rekonsiliasi Kei yang terdiri dari, Menelusuri Jejak Konflik & Landasan Rekonsiliasi Dalam Masyarakat Kei (Pieter Elmas); ‘Kerangka Kerja Rekonsiliasi Dan Pengungkapan kebenaran Menurut Adat Kei (Efrem Silubun); Perempuan Dalam Resolusi Konflik & Rekonsiliasi di Kei (Mery Ngamelubun); Sejarah Pergulatan Politik Identitas Kelompok di Maluku & Pelajaran Dari Kei (Dur Kaplale). Sedangkan bagian Kedua Analisi & Pandangan Pemerhati Masyarakat Kei, yang meliputi Penguasaan Sumberdaya, Tindak Kekerasan & Penemuan Kembali Tradisi di Kei (Craig Thorburn); Hak Komunal & Manajemen Sumber Daya Alam di Maluku (Don K. Marut); Pemenuhan Hak & Otonomi Rakyat di Kepulauan Kei (Saleh Abdullah).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain