Text
POLA PENGASUHAN ANAK DI MUNA MEMBENTUK KARAKTER BERBASIS BUDAYA
Sejak anak-anak mereka masih usia dini peran orang tua dalam mengasuh dan mendidik selalu mengajarkan tentang norma-norma, nilai-nilai dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, seperti hormat dan patuh kepada orang tua, rajin bekerja dan membantu orang tua, dan sebagainya. Kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma adat tersebut masih selalu ditanamkan dan ditekankan kepada anak-anaknya. Pola pengasuhan dan perawatan anak suku Muna di daerah ini masih memperlihatkan pola lama atau pola tradisional. Seperti menidurkan anak dalam ayunan dengan menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa daerah Muna. Dalam mengasuh dan merawat kedua orang tuanyalah yang lebih berperan atau dominan. Jadi di daerah ini masih kuat sekali tradisi-tradisi adat yang dilakukan sejak janin masih dalam kandungan sampai menjelang pernikahan, kedua orang tua tidak pernah melewatkan upacara-upacara ritual adat sesuai dengan tahapan-tahapan perkebangan anak mereka. Misalnya pada masa kehamilan dilakukan upacara kasambu “penyuapan”, masa melahirkan dilakukan upacara kampua “aqiqah” atau pemberian nama setelah bayi lahir, masa anak-anak dilakukan upacara katoba “bertobat”, dan kangkilo “sunatan”, dan upacara karia “pingitan” masa remaja atau sebelum anak gadis dinikahkan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain