Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of NEGARA DI BALIK PEMBANTAIAN ETNIS TIONGHOA DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1967 BAGIAN DARI OPERASI PENUMPASAN PGRS/PARAKU
Penanda Bagikan

Text

NEGARA DI BALIK PEMBANTAIAN ETNIS TIONGHOA DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1967 BAGIAN DARI OPERASI PENUMPASAN PGRS/PARAKU

AJU - Nama Orang;

Tragedi kemanusiaan berupa pengusiran dan pembunuhan Etnis Tionghoa di pedalaman dan perbatasan Provinsi Kalimantan Barat tahun 1967 dengan memperalat Suku Dayak, bagian tidak terpisahkan dari kebijakan Negara dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kerusuhan dipicu dari penderitaan Kodam XII/Tanjungpura selaku Penguasa Pelaksana Perang Daerah (Peperalda) di Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Regional Pontianak. Pemberitaan mencatut nama Johanes Chrisosiomus Oevaang Oeray, seorang tokoh Suku Dayak dan mantan Gubernur Kalimantan Barat tahun 1960 - 1966 yang menyatakan perang terhadap Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS). PGRS merupakan personal paramiliter yang didirikan TNI untuk berkonfrontasi dengan Kerajaan Inggris, sebagai bentuk protes Presiden Soekarno atas bergabungnya Negara Bagian Sabah dan Negara Bagian Sarawak di Kalimantan ke dalam Federal Malaysia. Pergantian kepemimpinan nasional dari Soekarno kepada Soeharto pada tanggal 1 Juli 1966 PGRS akhirnya ditumpas secara militer karena sebagian besar tidak mau menyerahkan diri pasca penandatanganan rujuk RI – Federasi Malaysia pada 11 Agustus 1966. Presiden Soeharto dalam pidato kenegaraan pertama kali setelah dikukuhkan menjadi presiden menggantikan Soekarno pada tanggal 16 Agustus 1968 malam, secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Suku Dayak yang telah membantu Pemerintah dan ANgkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dalam menumpas PGRS. Kerusuhan pada tahun 1967 merupakan peristiwa yang dikenal dengan istilah Mangkok Merah. Peristiwa Mangkok Merah ini merupakan salah satu tragedi kemanusiaan yang paling memilukan dalam sejarah masyarakat Kalimantan Barat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ARS - 902 (900-909) AJU N
Penerbit
: YAYASAN JAWA KANUNG., 2017
Deskripsi Fisik
222hlm; 14,5cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-74196-1-2
Klasifikasi
ARS - 902 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?