Text
UPACARA ADAT DAN ALAT-ALAT PANGKON
Di Kabupaten Kutai, terdapat dua golongan penduduk, yaitu golongan Melayu Muda (Halok) dan golongan Melayu Tua (Dayak). Kedua golongan tersebut memiliki upacara adat tersendiri. Pada golongan Melayu Muda (Halok) yakni suku Kutai, terdapat upacara adat yang dilakukan setiap tahun, tiap tiga tahun, tiap lima tahun, dan adapula yang dilakukan setiap waktu-waktu tertentu. Dalam pelaksanaannya, terdapat pangkon (berasal dari kata pangku) yaitu orang yang memangku alat-alat pangkon pada waktu upacara dilaksanakan. Jumlah pangkon biasanya 40 orang terdiri dari 20 pria dan 20 wanita. Perkataan pangkon berasal dari kata pangku. Upacara adat pangkon di kalangan Kesultanan Kutai Kartanegara diadakan setiap erau atau upacara adat besar-besaran yang diadakan untuk memperingati hari jadi Kota, Hari ulang tahun kelahiran dan penobatan raja, pada waktu menerima tamu agung, pada waktu seorang sultan wafat. Untuk menjadi pangkon tidak boleh sembarangan orang harus keturunan Kutai yang berdarah bangsawan mereka adalah keturunan Aji, Awang dan Dayang. Pakaian pangkon yang dipergunakan baik pria maupun wanita berwarna hitam terbuat dari kain halus dan mahal. Baik pangkon pria maupun wanita memakai kain pinjun pada leher dan samar pada bahu masing-masing.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain