Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERAN ANAK NAGARI PADA MASA PERANG  STUDI KASUS NAGARI SITUJUAH BATUA KEBUPATEN LIMA PULUH KOTA DALAM PERISTIWA PDRI DAN PRRI (1948-1966)
Penanda Bagikan

Text

PERAN ANAK NAGARI PADA MASA PERANG STUDI KASUS NAGARI SITUJUAH BATUA KEBUPATEN LIMA PULUH KOTA DALAM PERISTIWA PDRI DAN PRRI (1948-1966)

ZUSNELI ZUBIR - Nama Orang; IIM IMADUDDIN - Nama Orang; LIA NARALIA - Nama Orang;

Masyarakat nagari Situjuah Batua telah memberikan peran yang cukup berarti di dalam masa-masa perang antara tahun 1940-an sampai dengan tahun 1960-an. Peran mereka kelihatan pada masa peristiwa PDRI dan PRRI. Didalam peristiwa PDRI masyarakat Situjuah Batua telah bahu membahu untuk membantu pejuang Indonesia dalam melawan penjajah Belanda. Masyarakat ini ikut serta secara aktif berjuang, baik yang terjun langsung dalam kesatuan TNI maupun dengan melibatkan diri dalam organisasi perjuangan mereka seperti BPNK, PMI, Dapur Umum dan lain-lain untuk melawan kolonial Belanda. Di nagari ini, pada tanggal 15 Januari 1949 telah terjadi peristiwa yang dikenal dengan Peristiwa Situjuah Batua yaitu terjadinya pembunuhan massal yang dilakukan oleh Tentara Belanda. Nagari Situjuah Batua kemudian mengambil peran yang cukup berarti lagi ketika terjadinya peristiwa PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera Tengah. Munculnya PRRI, yang dalam istilah Minangkabau sering disebut dengan peri-peri, adalah terlepas dari kondisi politik kenegaraan Indonesia pada pertengahan abad ke-20. Pada masa PRRI, anak Nagari Situjuah pada umumnya berpihak kepada PRRI. Mereka ikut berperan dalam menghadapi tentara pusat tersebut. Disamping sokongan anak Nagari Situjuah diwujudkan dalam kegiatan gerilya, Dapur umum, dan Palang Merah Indonesia, Nagari Situjuah juga menyediakan tempat pengungsian bagi mereka yang ingin menyelamatkan dirinya dari kerajaan TNI baik dari Payakumbuh pengungsi-pengungsi yang berdatangan dari nagari lain. Pengungsi-pengungsi itu mereka tempatkan di rumah-rumah penduduk yang memungkinkan untuk mereka menginap. Hal lain yang sangat dibenci oleh masyarakat adalah telah terjadinya pemerkosaan oleh tentara pusat terhadap ibu dan anak gadis Situjuah.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPR - 904.7 (900-907) ZUS P
Penerbit
Sumatra Barat : BPSNT PADANG., 2008
Deskripsi Fisik
viii + 84hlm; 14,5cm x 20,5cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-9388-90-2
Klasifikasi
SPR - 904.7 (900-907)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?