Text
SEJARAH MASA REVOLUSI FISIK DAERAH RIAU
Pada awal revolusi itu terjadi beberapa kali kontak senjata dengan Jepang seperti di Rantau Berangin, Bangkinang, Pekanbaru dan lain-lain. Pemuda-pemuda berusaha untuk merampas senjata-senjata Jepang. Meskipun Jepang sudah kalah, namun mereka tetap dalam keadaan siap tempur sesuai dengan instruksi pihak Sekutu. Keadaan daerah Riau pada saat ini sungguh-sungguh kacau, menegangkan dan banyak menghadapi masalah. Dalam masa Aksi Militer I, Belanda hanya menduduki Kepulauan Riau saja, yang dijadikan pangkalan untuk menyerang daerah Riau Daratan. Pada bulan Desember 1948 Belanda melancarkan Aksi Militer II. Belanda masuk ke Riau dari 2 arah yaitu dari laut (Timur) dibawah pimpinan Kolonel Trebel, dan dari daratan (Barat) dari Sumatera Barat dibawah pimpinan Brigade V Erp. Tujuan Belanda sebenarnya adalah untuk menjadikan Riau sebagai bagian dari negara-negara boneka yang suda didirikannya. Sejak dari masa Agresi Belanda I sampai KMB, di Riau terdapat dua golongan yang ragu-ragu bergabung dengan RI atau malah ada yang sama sekali menyatakan setia pada Belanda dan golongan yang betul-betul Republiken. Namun pada akhirnya golongan yang ragu-ragu atau lemah itu dapat dikalahkan oleh golongan yang bersemangat nasionalisme tulen yang kemudian menyatakan diri bergabung dengan negara Republik Indonesia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain