Text
SEJARAH SENI RUPA SUMATERA UTARA KAJIAN KEHIDUPAN SENI RUPA DI MEDAN TAHUN 1945-2005 (SEBUAH OBSERVASI HISTORIS)
Memicarakan tentang keindahan tentunya erat kaitannya dengan masalah seni sebagai sumbernya. Dan jika ditelusuri lebih mendalam lagi bahwa nilai keindahan itu melingkupi kebutuhan lahiriah dan batiniah. Sebab manusia akan menemukan rasa kepuasannya dalam hidup ini, agar peranan seni dan keindahan ini sebagai kebutuhan yang utama dalam kehidupan manusia tentunya memerlukan proses sebagai suatu hubungan komunikasi. Karya seni terlahir dari sentuhan jiwa seorang seniman, melalui berbagai pengolahan media yang tidak terbatas, alat maupun teknik ungkapannya. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan perjalanan seni lukis di daerah ini dapatlah diambil suatu rantai perjalanan seni lukis Medan. Yang diawali dengan kehadiran Angkatan Seni Rupa Indonesia (ASRI 45) memiliki peranan ganda dalam perkembangannya, pada satu sisi berperan untuk meningkatkan mutu karya seni lukis dan wadah para pelukis. Keberadaan SIMPASSRI sebagai wadah para pelukis, memberi babak baru dalam perkembangan pertumbuhan kehidupan senirupa; dan peranannya cukup berarti dalam mengisi perkembangan kehidupan seni rupa di daerah pada dekade tahun 1970-1985. Periode tahun 1980-an, menjadi kebangkitan dinamisasi kehidupan seni yang melandasi peningkatan pertumbuhan seni lukis di daerah ini dan menjelajahi. Berbagai aktivitas dalam menghidupkan seni lukis, diselenggarakan pameran bersama, seni lukis, seni eksperimental, seni instalasi, festival seni Medan dan aktivitas diskusi seni. Keberadaan lembaga budaya, sastra seni dan galeri seni menjadi jembatan pemicu kreativitas para pelukis senirupawan, dan bagi masyarakat menjadi sarana peningkatan apresiasi seni, dengan menyenangi, mencintai karya seni sehingga Medan ramah dengan kehidupan seni.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain