Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PATORANI SANG PEMBURU IKAN TERBANG  TRADISI BAHARI YANG TETAP BERLANGSUNG DALAM MASYARAKAT GALESONG
Penanda Bagikan

Text

PATORANI SANG PEMBURU IKAN TERBANG TRADISI BAHARI YANG TETAP BERLANGSUNG DALAM MASYARAKAT GALESONG

NASRUDDIN - Nama Orang;

Secara etimologis, istilah patorani, yaitu berasal dari bahasa Makassar yang terdiri atas 2 suku kata “pa” dan “torani”. Kata “pa” yang dapat diartikan sebagai suatu sistem mata pencaharian yaitu nelayan, sedangkan kata “torani” adalah nama jenis ikan yang bisa terbang. Maka kata “patorani” menunjukkan sekelompok orang dengan pekerjaan khusus pencari ikan terbang. Ritual patorani merupakan kearifan lokal masyarakat nelayan patorani yang tersimbolisasi dalam bentuk ritual. Ritual ini merupakan warisan dari generasi ke generasi melalui proses sosialisasi. Dilaksanakan setiap setahun sekali pada bulan April-Mei. Adapun ritual ini dapat terbentuk karena sejak dahulu masyarakat nelayan patorani percaya bahwa di laut terdapat penguasa lautan yang dapat memberikan mereka kebajikan ataupun keberkahan bergantung pada perlakuan mereka terhadap laut. Kedatangan Islam menjadikan beberapa ritual yang ada sejak dahulu berasimilasi dengan ajaran Islam, tanpa menghilangkan esensi dari ritual itu sendiri. Ritual patorani dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan yang memiliki nilai atau esensi tersendiri, sehingga harus dilakukan secara khidmat. Upacara ini sebagai wujud dan permohonan izin mereka terhadap penguasa laut dan Allah agar selamat dan diberkahi. Tradisi Patorani merupakan budaya bahari dan kearifan lokal masyarakat Galesong yang memberikan dampak positif dalam konservasi lingkungan karena ramah lingkungan. Selain itu, ritual ini mendukung masyarakat sekitar untuk tetap melaut dan akhirnya dapat memenuhi kebutuhannya secara ekonomis. Dalam konteks sosial, ritual ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat pesisir, baik itu punggawa, juragan, sawi, keluarga dan kerabat nelayan ataupun masyarakat Galesong secara umum.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
MPH - 639.2.390 (630-639) NAS P
Penerbit
Sulawesi Selatan : BALAI PELESTARIAN KEBUDAYAAN WILAYAH XIX., 2023
Deskripsi Fisik
ix + 175hlm; 15cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
MPH - 639.2.390 (630-639)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?