Text
BUKU PENGAYAAN DARI SINGKAWANG MERAYAKAN KEBINEKAAN
"Hong Kongnya Indonesia" atau "Kota Seribu Kelenteng", adalah sebutan yang diletakkan kepada Kota Singkawang. Sebutan ini muncul karena penduduk Kota Singkawang didominasi warga keturunan Tionghoa, yang memeluk Buddha dan Konghucu. Wajar kiranya jika bangunan vihara atau kelenteng tersebar di penjuru kota.
Kenyataan tersebut di atas tidak hadir secara tiba-tiba. Sebagaimana ungkapan sejarahwan, "sejarah tidak hadir di ruang kosong". Artinya selalu ada sebab serta kejadian yang mendahului akibat dan kenyataan yang ada saat ini. Demikian halnya dengan kenyataan yang saat ini dapat dilihat dan dirasakan di Kota Singkawang. Terdapat penyebab serta peristiwa yang mendahului dan akhirnya membentuk Kota Singkawang hingga seperti sekarang ini.
Buku ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan wawasan sejarah Kota Singkawang. Aspek kesejarahan yang dipaparkan dalam buku ini meliputi masa kedatangan awal orang Tionghoa hingga masa kontemporer. Selain itu, buku ini juga menampilkan profil bangunan heritage yang masih berdiri di beberapa sudut kota.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain