Text
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL EDISI KEDUA PULUH DELAPAN
sejarah pendudukan Jepang di wilayah Bima pada periode 1942-1945, yang merupakan bagian dari dampak luas Perang Dunia II di Asia Tenggara. Masuknya Jepang ke Indonesia, termasuk Bima pada 17 Juli 1942, awalnya disambut dengan harapan masyarakat akan terjadinya perbaikan kondisi ekonomi, sosial, dan politik dibandingkan masa penjajahan Belanda. Propaganda Jepang yang menampilkan diri sebagai "saudara tua" dan pelindung Asia melalui gerakan "Tiga A" berhasil memikat simpati rakyat, termasuk Sultan Bima dan penduduk setempat.
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa janji-janji tersebut tidak terwujud. Pendudukan Jepang justru membawa penderitaan, eksploitasi sumber daya, dan penderitaan yang berat bagi masyarakat. Tulisan ini menguraikan bagaimana wajah "simpatik" Jepang pada awalnya berubah menjadi kekerasan dan penindasan, serta dampak mendalam yang dirasakan oleh masyarakat Bima selama masa penjajahan tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain