Text
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL SEBAGAI PERWUJUDAN DAN TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGANNYA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
Bahwa suku Dayak Benuaq yang masih murni dalam penempatannya di tengah-tengah alam ini, masih menganggap bahwa dirinya merupakan kesatuan dengan alam. Jadi ia lebih banyak menerima apa adanya dari alam. Kreativitasnya untuk mengenai alam tidak ada, atau sedikit sekali. Peranan kebudayaan, dalam hal ini adat istiadat, kepercayaan sakral maupun non sakral banyak terlihat pada lingkungan alam, dan pola perkampungan. Sedangkan Suku Benuaq yang telah mendapat pengaruh dari luar atau banyak berhubungan dengan luar sehingga sudah ada suatu tendensi bahwa kedudukan dirinya dalam alam ini, merupakan bagian dari alam dan bergerak kepada suatu kegiatan menguasai alam. Peranan kebudayaan memang masih memegang posisi penting dalam kehidupan mereka, namun demikian sudah ada pengaruh dari luar yang mengisi kebudayaan yang ada. Dan di sana sini terlihat adanya suatu Sinkritisme. Di dalam pola konsumsi, nampak kebutuhan primer bagi suku Dayak Benuaq yang masih murni seperti sandang, papan dan pangan, tidak sekompleks suku Benuaq yang telah mendapat pengaruh dari luar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain