Text
SERAT BABAD ILA - ILA 2
Penulis Serat Babad Ila-Ila, diilhami pertentangan antara mereka yang merasa bahwasannya adat dan tatacara itu sudah tidak perlu dilakukan lagi dan mereka yang menganggapnya masih perlu dilaksanakan dikarenakan pertimbangan-pertimbangan tertentu Sumohatmoko, mencoba mengumpulkan data Ila-Ila yang masih kukuh berlaku dengan segala penjelasannya, sehingga dengan nalar kita dapat merasakan mengapa masih dipertahankan adat tersebut. Seperti halnya ada suatu kebiasaan dalam tata-rakit "panggih temanten" besan tidak lazim turut menghadirinya pada saat panggih tersebut. Kelazimannya, ada suatu upacara "mertamu, atau tilik", dan sebagainya. Banyak dicontohkan, a.l agama, ila-ila dalam ruwatan Bathara Kala, Dewi Sri, dan Sadana, Dewi Sri, dan bayi, aluran nama, dan kepangkatan, mengenai candi, dan griya, awal dari rasa suka sehingga terlahir bayi, sejarah wayang kulit, Semar, Bagong, dan Petruk, di samping bermacam-macam wulang, dan petuah-petuah yang sangat baik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain