Text
KOTA DEMAK SEBAGAI BANDAR DAGANG DI JALUR SUTRA
Letak Demak yang tidak terlalu jauh dari pantai menyebabkan kota ini banyak dikunjungi para pedagang dan penyiar agama Islam, mungkin sudah sejak abad ke-14. Keseluruhan bukti fisik yang dapat dikaitkan dengan Demak dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan urutan kronologis, yaitu peninggalan bercorak masa Pra-Islam (ditemukannya Yoni, Arca Dewi Durga); bercorak masa Islam (ditemukannya kompleks Mesjid Agung Demak, kompleks Makam Sunan Kalijaga, Mesjid Kadilangu, Mesjid Moro-Demak); dan bercorak masa Pasca-Islam (ditemukannya Wihara, Bangunan rumah tinggal dan perkantoran).Lapisan sosial yang terdapat di Demak dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu lapisan atas, tengah dan bawah. Dari segi politik dan agama, elit politik dan agama menduduki tempat yang sangat khusus dalam pemerintahan kerajaan Demak. Berkaitan dengan aktifitas perniagaan di Demak, yaitu kondisi pelabuhan, sarana transportasi serta komoditi dan sistem pertukaran barang. Dari segi potensi wisata yang menjadi andalan yaitu Kompleks Mesjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, Upacara Gerebeg Besar, dan Upacara Syawalan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain