Orang Toraja hingga saat ini masih memelihara bangunan rumah adat Tongkonan mereka, karena rumah tersebut merupakan warisan nenek moyang. Sebuah Tongkonan tidak hanya dimaknai sebagai sebuah bangunan rumah adat saja tetapi juga mengikuti segala harta benda yang ada disekitarnya, terutama tanah kering (perkebunan), tanah basah (persawahan) dan halaman tempat tongkonan itu berdiri. Segala kegiata…
Jember adalah satu dari sejumlah daerah yang berada di kawasan tapal kuda, yaitu kawasan yang membentuk huruf “U”. Dari segi budaya, kawasan tapal kuda merupakan tempat bertemunya (berinteraksinya) antarpendukung budaya yang berbeda, yaitu budaya Jawa dan Madura. Tapal kuda, disamping suatu istilah untuk menyebut daerah-daerah yang satu dengan lainnya (jika dihubungkan) membentuk huruf “U…
Rumah tradisional di Telalora (Masela) disebut Im. Didalam Im, masyarakat menjalani kehidupan mereka yang utuh. Mereka memasak, makan, beristirahat, tidur, bermusyawarah didalam im, bahkan sebelum adanya perkawinan di gereja dan pencatatan sipil oleh pihak pemerintah, upacara perkawinan dilakukan juga didalam im ini. Konstruksi rumah tradisional di Telora berbentuk rumah panggung, yang disangga…
Bangunan tradisional Melayu Bungo, memiliki kemiripan dengan rumah tradisional Minangkabau. Karakteristik bangunannya disebut sebagai bentuk ”kajang lako” yakni bentuk perahu. Bubungan atap menghadap ke samping dan bangunannya sejajar dengan jalan berbentuk empat persegi panjang. Bahan terbuat dari kayu atau daunan yang ada disekitar pemukiman. Bangunan rumah pada umumnya di sekitar sungai …
Arsitektur tradisional masyarakat adat Kajang terdiri atas dua bentuk bangunan, yaitu bangunan tempat tinggal yang disebut bola dan bangunan tempat pertemuan yang disebut bola pabboroang ada’. Keduanya memiliki bentuk yang sama, yaitu berbentuk panggung. Kesamaan bangunan tersebut juga tampak pada beberapa ragam hias yang digunakan. Sedangkan perbedaannya yaitu pada bola pabboroang ada’ me…
Berbagai jenis bangunan yang bentuk struktur, fungsi, ragam hias dan cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun serta dapat dipakai untuk melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik-baiknya. Bagi masyarakat suku Lampung jenis-jenis bangunan masih dapat dibedakan menjadi sifat pemakaian atau penggunaanya. Ada jenis bangunan yang dipakai atau digunakan secara tetap/permanen sesuai dengan f…
Banten merupakan salah satu jalur dan pusat sosialisasi Islam di Jawa yang dilakukan oleh para wali. Setelah mengalami puncak dan kemunduran, pada awal abad ke-20 geliat budaya bernuansa Islam kembali terlihat, bahkan kini tradisi dalam bentuk upacara ritual keagamaan rutin dilaksanakan. Proses perkembangan, kemunduran dan pemaknaan kembali budaya dan tradisi Islam Banten pada fase-fase tersebu…
Pada zaman dulu, Istana Maimoon merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Deli. Semenjak Kesultanan Deli mengakui kedaulatan RI yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan, Sultan Deli tidak lagi berkuasa. Kedudukannya berubah menjadi penguasa tertinggi di bidang adat istiadat dan kebudayaan Melayu. Oleh karenanya, tidak lagi tidak lagi digunakan sebagai pusat pemerintahan. Setelah sistem pemerin…
Keraton Sumenep dibangun atas dasar keyakinan agama Islam, terutama sesuai konsep “habluminallah wahambluminanas”. Komplek keraton memiliki tata ruang seperti pada bangunan tradisional Madura umumnya. Arah bangunan membujur dari utara ke selatan. Tampak campuran gaya Cina, Eropa dan Sumenep sehingga kelihatan bentuk bangunan keraton sangat artistik. Keraton Sumenep sendiri terdiri dari bebe…
Balla Lompoa merupakan rumah adat Bugis-Makassar yang berbentuk rumah panggung. Letaknya di tengah kota Sungguminasa dalam kompleks Lapangan Bungaya di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Kab. Gowa. Bangunan Istana Balla Lompoa terdiri atas tiga bagian. Bagian atas disebut ulu balla melambangkan ‘alam batas’ (botting langi). Bagian tengah adalah badan rumah disebut kale balla melam…