Buku ini menghimpun tentang sejarah dan budaya yang ada di Samarinda dan Pasir yang wilayah ini berada di Provinsi Kalimantan Timur. Buku ini berisi 3 (tiga) judul, yaitu 1) Samarinda dari Zaman Kerajaan Sampai Masa Kemerdekaan oleh Juniar Purba. Samarinda dapat berkembang sebagai sebuah kota memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Karena pada mulanya, wilayah Samarinda merupakan bagian dari …
Buku ini membahas proses perkembangan Pasir sebagai kerajaan yang dikenal sebagai kota dagang utama di pesisir timur Borneo pada abad ke-18 hingga menjadi lanskap yang berada langsung dibawah pemerintahan Hindia Belanda. Pembahasan melihat korelasi antara kedudukan Negeri Pasir dalam perdagangan regional dengan perubahan status pemerintahan yang dialaminya. Hal yang menarik, kehidupan Negeri Pa…
Penghapusan Kesultanan Banjar membuka penertasi ekonomi kolonial di Tanah Banjar. Kendali dan peran ekonomi bangsawan Banjar dimatikan dan peran regulasi digantikan oleh pemerintah Hindia Belanda sedangkan peran ekonominya dibagi bersama antara investor Barat dan Timur Asing dengan porsi yang lebih besar bagi pihak pertama. Adapun penduduk pribumi walau ada yang bisa bersaing menghadapi gempura…
Perubahan sosial di Kota Martapura dalam kurun waktu 1826 hingga 1942 tergolong ke dalam perubahan sosial yang disengaja (intended change). Adapun pemerintah kolonial Belanda adalah pelopor perubahan yang mengubah ideologi politik dasar masyarakat di wilayah Kesultanan Banjar dengan menghapus Kesultanan Banjar yang berarti menghapus landasan ideologi yang dianut masyarakat Banjar selama ini. Na…
Buku ini adalah hasil telaah empat orang scholar terdapat empat trope sejarah yang belakangan ditandingkan dengan trope baru. Penggambaran ulang melalui pemaknaan kembali yang menghasilkan trope baru muncul tidak hanya dengan menyuguhkan gambaran yang berbeda namun seringkali justru berlawanan. Keempat orang tersebut meliputi : (1) Dana Listiana menunjukkan pertandingan trope Sultan Hamid II se…
Buku ini merupakan hasil refleksi lima orang scholar atas beberapa jenis historiografi yang dikerjakan para sejarawan Indonesia. Adapun kelima orang scholar tersebut meliputi : (1) Dana Listiana menelaah tentang historiografi kawasan Kalimantan. Ia membahas mengenai pandangan, pertimbangan, dan pro-kontra penggunaan tradisi lisan, khususnya masyarakat Dayak di Kalimantan dalam perspektif sejara…
Kabupaten Tuban memiliki daerah pesisir pantai yang potensial untuk kegiatan budidaya tambak udang. Sistem tambak yang diusahakan masyarakat pesisir Tuban pada waktu itu adalah tambak air payau. Sistem ini meliputi teknik tadahan dan ngisoran yang masih bertahan dan berlanjut sampai saat ini. Sistem polikultur yang telah berkembang lama mulai tahun 1980 mengarah pada sistem monokultur yakni bud…
Studi tentang tokoh sejarah dalam buku yang berjudul Nasionalis di Lingkungan Aristokrat Islam Sambas ini ditempatkan sebagai jendela untuk memahami perkembangan nasionalisme di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Lewat tokoh yang tentu saja berfokus pada aspek kepribadian dan peranannya, studi nasionalisme ini diharapkan dapat menghasilkan sisi kemanusiaan yang unik. Melalui Raden Muslim…
Kedatangan Belanda ke Sintang memulai perubahan di bidang politik dan pemerintahan. Penerapan hukum Belanda telah mengubah status pemerintahan dan wilayah kekuasaan yang telah melembaga di Sintang. Kontrak antara pihak kerajaan Sintang dengan pemerintah Hindia Belanda mengakui Belanda sebagai penguasa tertinggi atas Tanah Sintang. Artinya, Belanda diposisikan sebagai tuan dan Raja Sintang sebag…
Pembangunan Ibukota Pontianak sebagai kota kolonial berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pembentukan wilayah, penataan kota, dan pembentukan kota kolonial. Tahap pertama adalah lahirnya wilayah Ibukota Pontianak dari sebuah tanah hasil perjanjian yang disebut Tanah Seribu (Duizend Vierkanten Paal) antara VOC dengan pihak Kesultanan Pontianak pada5 Juli 1779. Penataan kota kolonial yang diterapka…