Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN KETAPANG (STUDI KASUS DI DESA TELUK B
Penanda Bagikan

Text

SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN KETAPANG (STUDI KASUS DI DESA TELUK B

Drs. BAMBANG HENDARTA SUTA PUR - Nama Orang;

SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN KETAPANG (STUDI KASUS DI DESA TELUK BATANG)
Desa Teluk Batang yang dikenal sebagai pintu gerbang memasukiwilayah kabupaten Ketapang khususnya dari arahKota Pontianak telah memungkinkan desa ini berkembang sebagai salah satu titik simpul antara jalur transportasi sungai dan laut dengn jalur transportasi darat. Pertumbuhan perekonomian Teluk Batang telah menjadi salah satu faktor penarik bagi proses migrasi orang-orang dari luar untuk datang dan menetap di Desa Teluk Batang. Ciri-ciri masyarakat majemuk memang terdapat di Desa Teluk Batang karena ada kecendrungan beberapa kelompok etnis mempertahankan identitas kultural etnisnya sehingga terdapat keragaman kerangka nilai budaya yang menjadi referensi perilaku sosial warga masyarakatTeluk Batang. Salah satunya adalah komunitas orang Madura yang memiliki tipe solidaritas sosial organik karena ditandai oleh pola sosial yang relatif sama, tidak banyak terdapat stratifikasi sosial dan sedikit terdapat diferensiasi peran sosial di antara mereka. Sistem pengendalian sosial yang berada di luar komunitas orang Madura bersifat lebih formal yakni melibatkan tokoh-tokoh pemimpin formal seperti kepala desa dan aparat pemerintah lainnya terutama aparat kepolisian. Mekanismepenyelesaian konflik yang biasa diterapkan di Teluk Batang adalah konsiliasi dan mediasi. Konsiliasidan mediasi ini dilaksanakan oleh tokoh informal dari komunitas orang Madura apabila terjadi konflik yang menjurus pada perkelahian antar orang Madura dengan orang dari kelompok etnis lain.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK., 2001
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
L2.3(SOSBU
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?