Text
HUBUNGAN KERAJAAN SUPPA DAN BONE
Hubungan antara Kerajaan Suppa dan Kerajaan Bone sudah terjalin sejak masa pemerintahan raja Bone Arung Palakka Malampe Gemme’na (1671-1696). Hubungan itu terjadi dalam bentuk hubungan darah atau kekeluargaan dan hubungan politik. Hubungan darah atau kekerabatan dapat ditelusuri melalui silsilah pada kedua kerajaan tersebut. namun yang begitu nampak adalah hubungan yang terjadi pada dua periode pemerintahan raja yang berkuasa yaitu pada masa pemerintahan We Pancaitana Besse Kajuara dan masa pemerintahan La Tenrisukki Andi Mappanyukki. Hubungan darah beberapa kerajaan di Sulawesi Selatan, khususnya antara kerajaan Limae Ajatappareng (Suppa) dan Kerajaan Bone terjadi setelah usai Perang Makassar. Hubungan kekerabatan antara kedua kerajaan itu terjadi disebabkan Kerajaan Bone ketika itu muncul sebagai satu-satunya kerajaan yang memegang peranan politik yang sangat penting. Ketika kedua tokoh tersebut telah menjadi penguasa pada daerah yang berbeda, mulai nampak keretakan hubungan antara keduanya. Hal ini terutama terjadi ketika To Dani Arung Bakke kelihatan perilaku politiknya yang mulai memisahkan diri dengan mantan atasannya, yaitu Arung Palakka. Arung Bakke lebih sibuk dengan urusan kerajaan yang dipimpinnya, begitu juga Arung Palakka sibuk untuk mempersatukan wilayah Sulawesi Selatan di bawah satu kerajaan yaitu Kerajaabn Bone. Meskipun itu, Kerajaan Suppa di bawah kendali Kerajaan Bone namun To Dani Arung Bakke tetap berjalan sesuai dengan keinginannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain