Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN

DRS. H. RAMLI NAWAWI - Nama Orang;

SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN
Masyarakat pedesaan yang masih belum banyak dijamah oleh sarana modernisasi umumnya masih dipengaruhi oleh sistem budaya tradisional. Nilai-nilai dan norma yang hidup di masyarakat tergambar dalam sikap, tujuan dan pandangan setiap anggota masyarakatnya. Dalam masmyarakat yang termasuk suku Banjar umumnya nilai-nilai dan norma yang hidup di masyarakat berkaitan erat dengan ajaran Islam dan petuah-petuah para tetuha masyarakat. Sehubungan dengan hal diatas kepemimpinan yang di tuntut masyarakat Pagat maupun Tilahan adalah kepemimpinan yang bercirikan keikhlasan, ketaqwaan, tanpa pamrih dan pengabdian. Pedesaan di Kalimantan Selatan, para pemimpin masyarakat terbagi dalam tiga golongan : Pimpinan formal yang mereka para pamong desa, pengurus-pengurus LKMD, PKK, Koperasi, BP3, AMPI, KNPI, dan lembaga-lembaga desa lainnya yang dibentuk dan berinduk kepada pemerintah; Pimpinan informal yaitu mereka para pengurus organisasi-organisasi, perkumpulan-perkumpulan, atau lembaga-lembaga desa lainnya yang tidak berbadan hukum; Pimpinan formal tradisional yaitu seseorang yang karena mempunyai kekuatan tertentu (fisik atau non fisik) dipercaya oleh masyarakat untuk menduduki suatu jabatan. Selama model pembangunan nasional birokrasinya monolitik seperti saat ini, maka paket-paket pembangunan akan banyak terbengkalai di tingkat pemerintahan desa. Oleh karena itu ada baiknya, disamping pimpinan formal, harus lebih banyak menjalin hubungan dengan pimpinan informal, memperhatikan pola-pola budaya dasar masyarakat setempat, birokrasi pembangunan nasional juga dibuat sedemikian rupa agar tetap bisa menjamin kelangsungan hidup kelompok atau organisasi-organisasi masyarakat setempat yang sudah ada tanpa harus menggabung dalam satu wadah yang lebih besar.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Selatan : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1986
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
3.5(320-32
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?