Text
SISTEM GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT PEDESAAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH
Di dalam masyarakat Tamiang gotong royong dan tolong menolong antara sesama warga perkauman merupakan salah satuunsur yang telah amat tua dan telah menjadi sikap hidup untuk sebagian besar anggota masyarakat. Tolong menolong terutama dalam masyarakat kecil (komuniti kecil) senantiasa berlangsung dibawah tekanan adat istiadat dan dilaksanakan oleh anggota masyarakat sebagai salah satu kewajiban agama. Jiwa dan semangat tolong menolong antara satu dengan yang lain kelompok (community) menunjukkan tingkat perbedaan tertentu, tergantung pada susunan penduduknya dan kadar pengaruh yang datang dari luar. Tolong menolong dalam berbagai-bagai aspek kehidupan di Tamiang pada umumnya mengalami perubahan dan penggeseran nilai dan orientasinya. Lapangan religi dan kepercayaan kemasyarakatan masih memperlihatkan semangat tolong menolong dan solidaritas yang besar dan sekaligus merupakan lapangan atau aspek yang tidak banyak mengalami perubahan didalam masyarakatTamiang yang dikenal mempunyai keterikatan yang tinggi pada agama dan adat istiadat. Tolong menolong dalam lapangan ekonomi dan mata pencaharian hidup rata-rata mengalami perubahan yang besar, yang ditandai dengan melemahnya semangat tolong menolong yang bersifat timbal balik itu, sementara beberapa bentuk atau unsur pekerjaan yang dulunya lazim digotong royongkan (nyeraya) dewasa ini telah menghilang atau ditinggalkan oleh masyarakat. Adapun sebab-sebab perubahan itu adalah : Adanya sebagian penduduk asli Tamiang yang meninggalkan pekerjaan pertanian dan beralih ke pekerjaan perdagangan kecil (muge), Munculnya buruh tani yang berasal dari buruh-buruh kebun yang mengambil upah dalam bidang pertanian sebagai usaha sambilan, Timbulnya suatu pemikiranbahwa nyeraya atau sambatan itu sebagai pekerjaan yang kurang ekonomis dan tidak praktis lebih-lebih sikap mereka peserta gotong royong yang cenderung bekerja santai.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain