Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of INVENTARISASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DAYAK TAMAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU
Penanda Bagikan

Text

INVENTARISASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DAYAK TAMAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU

Septi Dhanik Prastiwi - Nama Orang; BENEDIKTA JULIATRI WIDI WULANDARI - Nama Orang;

Kehidupan komunal di rumah panjang menjadi salah satu representasi budaya Dayak Taman yang hingga kini masih bertahan. Di Desa Melapi terdapat 6 betang yang masih dipertahankan menjadi tempat tinggal bersama masyarakat Taman sedangkan di Desa Urang Unsa terdapat 2 betang. Sebagai tempat milik bersama, betang tidak hanya berupa bangunan fisik namun didalamnya terdapat nilai-nilai dan juga pengetahuan tradisional masyarakatnya. Di rumah betang pula budaya masyarakat Taman dijaga dan dilestarikan. Dari hasil inventarisasi yang dilakukan, terdapat beberapa objek pemajuan kebudayaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Taman di Desa Melapi dan Desa Urang Unsa yaitu teknologi tradisional (arsitektur dan anyaman perlengkapan hidup), pengetahuan tradisional (anyaman manik untuk baju, kuliner, pengobatan, kebiasaan perilaku mengenai alam semesta). Seni (seni tari), ritus (ritual yang berhubungan dengan soo, ritual syukur kepada Bai’ Sampe, gawai raa, upacara terkait siklus hidup) dan tradisi lisan (cerita rakyat). Rumah panjang bagi masyarakat Taman tidak hanya sekedar tempat tinggal namun juga menjadi sarana berintekrasi warga. Bilik-bilik yang dibangun saling berdekatan dan aktivitas hidup yang terpusat di rumah panjang menjadikan interaksi warga sangat erat. Di rumah panjang ini tradisi diwariskan kepada anak cucu. Aktivitas pengobatan, menganyam manik, mengayam rotan, upacara terkait siklus hidup dilaksanakan di rumah panjang dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Taman. Hal ini menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan, mendekatkan sekaligus melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
L2.1 (DAYAK) SEP I
Penerbit
Pontianak : BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA KALIMANTAN BARAT., 2022
Deskripsi Fisik
v + 93hlm; 20,5cm x 29,5cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
L2.1 (DAYAK)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?